Penulis. Masriadi Sambo
Benarkan pendidikan kita sudah merdeka? Ini yang menjadi tanda tanya besar di kepala? UAN dengan standart nilai selagit terus mencekik leher anak-anak di propinsi. Sore tadi saya ngobrol dengan seorang aktivis, dia bercerita tentang ilustrasi sepeda, pesawat dan motor (kendaraan roda dua).
Para pelajar Medan, yang sedikit lebih maju dari pada Aceh mengikuti UAN dengan di antar oleh sepeda motor. Pelajar Jakarta lebih canggih lagi, mengikuti UAN dengan mengendarai pesawat boing 737. Nah, para pelajar Aceh setelah di amati ternyata mengikuti UAN dengan sepeda butut. Miris memang. Namun inilah yang terjadi.
Apa hendak di kata. Hanya do’a sebagai penangkal kegelisahan pelajar kita. Beberapa waktu lalu saya mewawancarai beberapa pelajar. Kesimpulan saya, secara psikologi mereka tidak siap. Maka lahirlah ide melakukan do’a bersama. Tidak ada jalan lain, hanya berserah pada yang kuasa, kata seorang pelajar pada saya di tengah terik matahari minggu lalu.
Cerita Sepeda, Motor dan Pesawat di atas memang nyata di rasakan. Bagaimana para pelajar Jakarta sangat faham dan mengerti terhadap listening bahasa inggris. Sedangkan, kita di Aceh, hanya gamang. Saat UAN berlangsung saya turut menyaksikan kegamangan tersebut. Saat itu, saya mengunjungi sebuah sekolah di pedalaman kecamatan Nisam dan Paya Bakong. Seharian saya mengamati proses ujian tersebut. Ternyata listening di kita hanya dengan menggunakan toa (pengeras suara). Mungkinnkah pelajar mengerti dengan listening tersebut. Tidak ada tape di setiap kelas, telebih lagi alat untuk mendengarkan percakapan seperti yang terdapat pada laboratorium bahasa. Besok, tepat 2 Mei 2007, kesekian kalinya kita memperingati hari pendidikan nasional. Mari merenung benarkan pendidikan kita sudah merdeka? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Tergantung bagaimana kita merasakannya. Ini hanya catatan kecil untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, besok, 2 Mei 2007. Semoga pendidikan kita semakin jaya. Semoga. Hanya waktu yang kan menjawab tanya.
Kamar Sepi, 2 Mei 2007 (Dini Hari)